
Zeijakuna ishiki wo hagare,
yukkuri to ashioto o tatezu ni,
hai ni nari konagona ni chiru,
soredake.. soredake..
Without a trace.
Nochi ni shiru kanjou wa,
muryoku yori hikyou,
konzai ishiki no soko wo hau,
senzaiishiki ni toikakeru,
me no mae no asu ga mienai.
Tachitsukusu kisetsu ni iki wo umete,
sukui wo matta kimi wa mu he,
mou kikoe wa shinai kareta uta wa,
ate mo naku naite iru.
Soushitsu ni nagasu namida wa,
taeteta kurushimi ni mo nagareru?
Dare mo ga migorosu ka no you,
mabuta wo tojiru.
Rasen ni karamaru karada ga,
yukkuri yukkuri nejireru,
sen no toge wo nodo ni ate tou,
ore ni nani ga sukueru?
Me no mae de asu ga shinderu.
Tachitsukusu kisetsu ni iki wo umete,
sukui wo matta kimi wa mu he,
mou kikoe wa shinai kareta uta wa,
ate mo naku naite iru.
Furishikiru kasumi ga harenu you ni..
Ikita akashi ga kienu you ni..
Kono uta ga kimi he to todoku no nara,
gizen da to omou darou.
Tachitsukusu kisetsu ni iki wo umete,
sukui wo matta kimi wa mu he,
mou kikoenu you ni kaketa koe wa,
modosenai tsumi to shiru.
(Indonesian)
Aku membuka
kesadaran Ku
yang rapuh perlahan-lahan,
Sehingga langkah
kaki ku tidak akan mengeluarkan suara.
Aku
menjadi abu, berhamburan menjadi
beberapa bagian kecil.
Ini hanya ini,
tidak lebih ...
Tanpa ada jejak
Merasa bahwa aku sadar
kebodohanku
ini sikap pengecut
lebih dari ketidakberdayaan.
Merangkak ke
dasar dicampur kesadaranku,
akubertanya pada lubuk
hatiku ...
"aku
tidak dapat melihat masa depanku ..."
Mengubur napasmu
pada musim lagi,
Engkau yang menanti bantuan, dissovled ke ketiadaan.
Nyanyian
layu yang tidak
bisa kau mendengar lagi ...
itu tangisan tanpa kecuali.
Airmataku
yang terjatuh atas kehilangan Ku
Apakah juga mengalir ketika aku sabar
menanggung penderitaan ini.
Seperti semua orang yang meninggalkanmu,
Aku memejamkan kelopak
mataku.
Tubuhku yang yang terlilit dalam spiral
secara perlahan,
perlahan-lahan memutar.
Di tenggorokanku,
ada ribuan pertanyaan yang
seperti duri;
Aku bertanya, "Apa
yang bisa aku simpan?"
Masa depanku sedang
sekarat tepat di depan mataku ...
Mengubur napasmu pada
musim lagi,
Engkau yang menanti
bantuan, larut dalam ke ketiadaan.
Nyanyian layu yang tidak bisa kau mendengar lagi ...
Itu tangisan tanpa kecuali.
Kabut
tebal yang menolak untuk
membersihkan ...
Sehingga bukti
dari keberadaanmu itu tidak akan menghilang
...
Jika lagu ini mencapai mu ,
Kau mungkin akan
berpikir itu munafik.
Mengubur napasmu
pada musim lagi,
Engkau yang menanti bantuan, larut dalam ke ketiadaan.
Aku tidak
bisa membuat mundur suara yang mengangkatku
sehingga kau tidak bisa mendengar lagi ...
Aku datang untuk menyadari bahwa itu adalah dosaku
source Romaji : Jpop.asia
translate indonesia by : Izumi